Bali adalah surga bagi backpacker. Dengan perencanaan yang tepat, Anda bisa menikmati keindahan pulau dewata tanpa menguras kantong. Berikut adalah tips hemat traveling ala backpacker keliling Bali yang sudah teruji.

Rencanakan Perjalanan dengan Matang

Backpacker sukses selalu punya rencana. Mulailah dengan menentukan durasi perjalanan, destinasi prioritas, dan bujet harian. Gunakan aplikasi seperti Google Maps untuk mengukur jarak antar tempat agar tidak membuang waktu dan uang.

Tentukan Bujet Harian

Rata-rata backpacker di Bali menghabiskan sekitar Rp200.000–Rp400.000 per hari untuk akomodasi, makan, transportasi, dan aktivitas. Buatlah rincian seperti tabel di bawah ini:

KategoriBudget Minimal (Rp)Budget Sedang (Rp)Keterangan
Akomodasi (hostel)50.000150.000Termasuk sarapan di beberapa hostel
Makan (3x)50.000100.000Warung lokal vs kafe
Transportasi (scooter sewa)50.00070.000Bensin terpisah
Aktivitas & tiket20.000100.000Candi, air terjun, dll
Lain-lain (air minum, dll)30.00050.000
Total200.000470.000

Pilih Transportasi yang Tepat

Transportasi umum di Bali terbatas, jadi sewa motor adalah pilihan paling hemat dan fleksibel. Harga sewa motor sekitar Rp50.000–Rp70.000 per hari. Pastikan Anda memiliki SIM internasional atau SIM A yang masih berlaku.

Alternatif Transportasi

  • Bemo: Angkutan umum tradisional, tarif mulai Rp5.000–Rp20.000 per perjalanan. Rute terbatas.
  • Grab/Gojek: Praktis untuk jarak pendek, tapi lebih mahal untuk perjalanan jauh.
  • Bus Trans Sarbagita: Rute tertentu seperti Bandara Ngurah Rai ke Kuta, tarif Rp3.500.

Akomodasi Murah Tapi Nyaman

Backpacker biasanya memilih hostel atau guesthouse. Berikut perbandingan beberapa pilihan:

Jenis AkomodasiKisaran Harga/MalamKelebihanKekurangan
Hostel (dorm)Rp50.000–Rp150.000Sosial, dapur bersama, lokasi strategisPrivasi kurang
GuesthouseRp100.000–Rp250.000Kamar pribadi, lebih tenangFasilitas terbatas
Homestay lokalRp80.000–Rp200.000Pengalaman budaya, sarapan gratisJauh dari pusat
CouchsurfingGratisGratis, kenalan lokalTidak selalu tersedia

Makan Hemat di Warung Lokal

Hindari restoran turis di pusat keramaian. Warung lokal menawarkan nasi campur, mie goreng, atau sate dengan harga Rp10.000–Rp25.000 per porsi. Contoh: Warung Nasi Ibu Oka di Ubud (babi guling) atau Warung Mak Beng di Sanur (ikan goreng).

Tips Makan Hemat

  • Bawa botol minum isi ulang (isi ulang air galon Rp2.000–Rp5.000).
  • Beli buah di pasar tradisional, bukan supermarket.
  • Jika hostel menyediakan sarapan gratis, manfaatkan sebaik mungkin.

Pilih Aktivitas Gratis atau Murah

Bali punya banyak tempat wisata alam yang gratis atau berbiaya rendah. Contoh:

  • Pantai: Pantai Kuta, Seminyak, atau Jimbaran gratis diakses.
  • Sawah Tegallalang: Tiket masuk Rp10.000.
  • Pura Uluwatu: Tiket Rp50.000, termasuk pertunjukan Kecak sore hari.
  • Air Terjun Gitgit: Tiket Rp20.000.

Aktivitas Backpacker Favorit

  • Snorkeling di Amed atau Menjangan (sewa alat Rp50.000–Rp100.000).
  • Trekking Gunung Batur (paket tur mulai Rp300.000, termasuk transportasi dan pemandu).
  • Yoga di Ubud (drop-in class Rp100.000–Rp150.000).

Bawa Barang Seperlunya

Backpacker sejati hanya membawa ransel 40–60 liter. Barang wajib: pakaian ringan, sandal jepit, sunblock, topi, power bank, dan botol minum. Jangan lupa bawa obat-obatan pribadi dan adaptor listrik.

Manfaatkan Flash Sale dan Promo

Untuk perjalanan dari Jakarta ke Bali, pantau flash sale tiket pesawat di aplikasi Traveloka atau Tiket.com. Siapkan data penumpang sebelum flash sale dimulai agar cepat checkout. Harga tiket bisa turun hingga Rp100.000–Rp200.000 sekali jalan.

Kesimpulan

Backpacking keliling Bali tidak harus mahal. Dengan tips di atas, Anda bisa menikmati pantai, budaya, dan alam Bali dengan bujet harian Rp200.000–Rp400.000. Kuncinya: rencanakan, pilih transportasi motor, makan di warung, dan manfaatkan akomodasi murah. Selamat berpetualang!